PROFESI

Sidang karya tulis di SMA Labschool Cibubur

Pengajian di Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) beberapa waktu lalu mengingatkan titik tekan manusia diciptakan. Pak Ustadz terus menerus mengulanginya bahkan setiap kata yang terucap hanya itu-itu saja. “Apapun profesi anda, tujuannya semua sama yaitu mengharap ridho Allah SWT”, tegasnya.

Tukang becak, pramubakti, guru, sopir, pilot, TNI/POLRI, dosen, ustadz, dan seterusnya itu memang sangat berbeda dari penampilan luarnya, tetapi menurut saya juga tidak ada bedanya karena semua menjemput rezeki dari Allah dan tentu yang lebih utaa dari rizki itu adalah ridho dari Allah SWT.

Kita kalau naik mobil mewah tapi sang pemilik mukanya asem, nggerutu (pokoknya engga enak-lah) pasti sepanjang perjalanan kita tidak akan menikmati kemewahan dan kenyamanan di mobil mewah itu. Naaah kalau kita naik kendaraan butut atau tidak enaklah dilihat apalagi dikendarai tapi sang pemilik dengan senyum menyambut kita dengan ramah bisa dipastikan sepanjang perjalanan semakin nikmat bahkan mungkin tidak terasa perjalanannya (saking nikmatnya).

Apapun profesinya kalau tujuannya bukan karena ridho Allah SWT, ambyaar semuanya. Apalagi ditambah kalimat yang agak kabur seperti “saya tidak jadi profesi ini pun bisa hidup sampai sekarang”. Lha iya wong kalau di balik kalimatnya juga sama kok “saya tidak jadi yang profesinya kayak njenengan juga bisa hidup kok”.

Semua profesi akan berujung pada Jannah-Nya jika benar menjalankannya. Seperti amanah, profesional, totalitas dan masih banyak lagi karakter yang mengikutinya. Tapi jika salah satu dinegasikan apalagi dikorup, tunggulah waktu kehancurannya. Ketentuan Allah SWT sudah jelas dan gamblang, tidak ada yang meleset sedikitpun. Yuk rame-rame kita berikrar i’m moslem in the world. (AS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *