RELASI

Salah satu pengisi acara pensi di Jakarta tahun 2018

Sekian lama mengharapkan goal atau cita-cita itu terwujud tetapi tak kunjung datang. Semua usaha sudah dikerahkan pagi siang malam tanpa merasa kepayahan. Usaha itu berupa daring maupun luring sama saja, tak membuahkan hasil. Melintasi imajinasi, bayangan pun seolah enggan menyanggupi harapan yang semakin melambung tinggi.

Kemudian datang senja tanpa permisi, mengubah mimpi menjadikannya nyata. Dengan segera menyambut derita yang berkepanjangan, karena anomali kebijaksanaan. Dentuman kemunafikan membabi buta kenyamanan, menggerus batin yang lemah tak berdaya.

Duhai insan pencari iman, percayalah karena inti keimanan itu wujud relasi dengan yang Maha Kuasa. Tanah yang tandus akan subur seketika, pohon yang meranggas segera bersemi. Dia yang menaikkan dan menurunkan, Dia yang memberi dan mengambil, Dia yang mengangkat dan menjatuhkan. Dia dan hanya kepada Dia kita manusia berserah diri.

Allah SWT menciptakan makhluk-Nya berbeda-beda, meskipun Dia dapat menyatukannya. Karena Allah SWT akan menilai manusia (ciptaan-Nya yang spesial), sampai dimana kepatuhan dan ketabahannya. Relasi yang terjalin dengan menemukan kesamaan dari setiap perbedaan menjadikan hubungan semakin harmonis. Semakin erat hubungannya, menjadi umpan balik dan refleksi atas koneksi yang telah dibuat sebelumnya.

Hubungan manusia dengan Allah SWT sebagai cerminan hubungan sesama manusia terlebih kepada sesama makhluk-Nya menjamin harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak ada SARA yang membatasi pergaulan atau mengintimidasi entitas komunitas. Yang ada hanya perdamaian, ketenangan. (AS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *