NALAR COVID-19

Persiapan jelang bulan Ramadhan

Presiden Jokowi mengumumkan temuan positif pasien yang terjangkit virus Corona. Seperti biasa terjadi pro dan kontra di antara masyarakat, hingga beberapa kepanikan muncul dengan memborong sembako dan alat-alat kesehatan utamanya masker. Jauh sebelum pengumuman tersebut pemerintah sudah menyiapkan beberapa rumah sakit lengkap beserta ruang isolasinya. Kini, pemerintah pusat juga telah mengambil kebijakan terkait pendatang dari negara yang sudah positif Covid-19. Kondisi ini menambah panjang daftar penyebab melesunya ekonomi Indonesia.
Negara lain yang terkena Covid-19 pun mengambil kebijakan yang berbeda-beda. Italia menunda beberapa pertandingan di kompetisi Serie A, bahkan juga ada yang tetap dilaksanakan tanpa dihadiri penonton. Arab Saudi membatasi jamaah umroh dengan membatalkan atau memulangkan ke negara asalnya bagi yang belum tiba di Mekah. Juga dilakukan sterilisasi di area Kakbah selama beberapa jam tetapi tetap membukanya pada saat sholat fardhu.
Sesungguhnya apa yang membuat wabah ini begitu menyeramkan dan seolah menjadi akhir dari kehidupan manusia. Covid-19 atau Corona Virus Disease 2019 sebelumnya dikenal dengan 2019-nCov yaitu virus corona jenis baru yang sebelumnya belum terindentifikasi pada manusia dan berasal dari Tiongkok. Virus ini memiliki gejala umum seperti demam, batuk, kelelahan, sakit kepala, hemoptisis dan diare. Beberapa ilmuwan menduga virus ini berasal dari kelelawar. Covid-19 menular kepada manusia yang menyentuh atau memakan binatang inang virus tersebut.
Permasalahan utama mengenai virus ini terletak pada cara menyikapinya. Banyak beredar di media sosial informasi yang menyesatkan. Misal, informasi terkait penutupan akses di area Kakbah. Yang ramai dibicarakan kondisi area Kakbah yang sepi bahkan beredar kabar larangan thawaf. Kemudian ditimpali lagi dengan tanda-tanda akhir zaman dan seterusnya. Ada juga yang berpendapat mengenai akidah pemerintah Arab Saudi yang takut virus ketimbang Allah SWT, pencipta segalanya.
Informasi diatas mesti kita nalar dengan bijaksana dan nirtendensius terhadap apapun. Yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi merupakan SOP sebagai otoritas wilayah. Sama halnya dengan pemerintah Itali yang menunda pertandingan sepakbola. Hal tersbeut dilakukan untuk meminimalisir korban Covid-19. Jika dibandingkan dengan saudaranya yang lain (SARS dan MERS), tingkat kematian Covid-19 hingga Januari 2020 masih tergolong sedikit.
Kita adalah makhluk hidup yang akan mengalami kematian, tinggal menunggu waktunya saja. Namun, kita wajib berusaha untuk menjalani kehidupan dengan sangat baik. Silakan waspada terhadap Covid-19 dan virus atau bakteri lain yang membahayakan tubuh, tentu dengan cara-cara yang bijak dan arif. (AS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *